X IPS 4 Marsudirini Bekasi

X IPS 4 Marsudirini Bekasi

Sunday, November 30, 2014

Klasifikasi Mata Pelajaran


Mata pelajaran merupakan aspek yang diajarkan di lembaga formal seperti SMA. Mata pelajaran dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu mata pelajaran di bidang akademis dan bidang non akademis. Berikut klasifikasi mata pelajaran berdasarkan sistem pembelajaran di SMA Marsudirini.
                Mata pelajaran di bidang akademis merupakan ilmu dasar yang diajarkan di sekolah. Bidang akademis dibagi menjadi 3, yaitu ilmu pasti / ilmu exact, ilmu sosial, dan ilmu bahasa.
Ilmu pasti menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pengetahuan mengenai ruang dan bilangan. Jadi untuk menyelesaikan masalah dalam konteks yang sifatnya sama, dapat diselesaikan dengan menggunakan rumusan atau teori yang sudah di ada. Cirinya: sifatnya lebih statis, rumusan dasar untuk memecahkan masalah yang sifatnya sama memiliki sifat yang tetap, dan sifatnya induktif (dari luas ke sempit ).  Ilmu pasti dibagi menjadi 2, yaitu matematika dan ilmu alam. Ilmu alam dibagi menjadi 3, yaitu biologi, fisika, dan kimia. Matematika memiliki bidang kajian berupa angka-angka, fisika memiliki objek kajian berupa benda mati, sedangkan biologi memiliki objek kajian yang berupa makhluk hidup. Makhluk hidup yang dikaji dalam biologi adalah semua makhluk hidup yang ada atau pernah ada di dunia ini, sedangkan makhluk hidup fiktif, seperti kuda terbang atau naga, tidak termasuk dalam kajian biologi. Kimia merupakan ilmu yang mempelajari mengenai komposisi, struktur, dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan sehari-hari.
Ilmu sosial menurut yang dilansir oleh situs Wikipedia adalah sekelompok disiplin akademis yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya. Ilmu ini berbeda dengan seni dan humaniora karena menekankan penggunaan metode ilmiah dalam mempelajari manusia, termasuk metoda kuantitatif dan kualitatif. Istilah ini juga termasuk menggambarkan penelitian dengan cakupan yang luas dalam berbagai lapangan meliputi perilaku dan interaksi manusia pada masa kini dan masa lalu. Berbeda dengan ilmu sosial secara umum, IPS tidak memusatkan diri pada satu topik secara mendalam melainkan memberikan tinjauan yang luas terhadap masyarakat. Cirinya: ilmu sosial bersifat dinamis, landasan teori melalui suatu penelitian tetapi landasan tersebut tidak dapat menjadi alat pemecah permasalahan yang melalui perbedaan ruang, waktu, dan budaya, serta sifatnya deduktif ( dari sempit ke luas ). Ilmu sosial dasar terdiri dari 4 bagian, yaitu sejarah, sosiologi, geografi, dan ekonomi.
Ilmu sejarah mempelajari kehidupan manusia di masa lampau. Berikut contoh jenis – jenis sejarah:
a. Sejarah Lokal
Merupakan sejarah yang mengungkap peristiwa yang terjadi di suatu daerah/ lokal tertentu dan dampaknya tidak menyebar ke daerah lain.
Sejarah lokal meliputi berbagai peristiwa dengan berbagai aspek baik politik, ekonomi, sosial, budaya, dsb yang berkembang di masyarakat dalam suatu wilayah tertentu.

b. Sejarah Nasional
Merupakan sejarah yang mengungkap peristiwa yang terjadi di suatu daerah tetapi dampak/pengaruhnya terjadi pada daerah lain bahkan pada satu negara (nation).
Sejarah Nasional merupakan puncak dari sejarah-sejarah yang terjadi di tingkat lokal.
Contoh :
1. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945
2. Krisis Moneter di Indonesia
C. Sejarah Internasional (dunia)
Merupakan suatu peristiwa sejarah yang terjadi di suatu daerah maupun suatu negara yang dampaknya mempengaruhi perkembangan dunia internasional.
Contoh :
1. Perang Dunia I
2. Revolusi Industri
Jenis sejarah berdasarkan temanya dapat kita golongkan menjadi :
·         Sejarah Politik
Merupakan sejarah yang digerakkan dan disebabkan oleh adanya berbagai hal yang berkaitan dengan masalah-masalah politik, faktor politik, dan kehidupan politik.
Sejarah politik biasanya membahas mengenai tokoh-tokoh besar, perkembangan ketatanegaraan, sistem pemerintahan, struktur kekuasaan, kepemimpinan, peranan elite, jaringan politik, dan mobilisasi masa.
Contoh :
1. Indonesia masa pemerintahan Belanda.
2. Pemilihan Umum di Indonesia tahun 1955
3. Runtuhnya kekuasaan Rezim Suharto
2. Sejarah Sosial
Merupakan sejarah yang membahas mengenai berbagai masalah sosial yang muncul dan berkembang di masyarakat. Selain itu membicarakan mengenai golongan masyarakat, kehidupan sehari-hari, gerakan sosial, dsb.
·         Sejarah Ekonomi
Merupakan sejarah yang memfokuskan kajiannya pada masalah-masalah ekonomi dan konsep-konsep ekonomi.
Sejarah ekonomi dapat pula diartikan sebagai studi mengenai kejadian-kejadian perekonomian di masa lampau.
Contoh :
1. Sistem perpajakan di Indonesia masa orde lama.
2. Perkembangan tanaman ekspor dan perkebunan pada masa pemerintahan Hindia Belanda di Indonesia.
3. Sistem perdagangan di Asia Tenggara.
·         Sejarah Kebudayaan
Merupakan sejarah mengenai kehidupan manusia yang berhubungan dengan kebudayaan.
Seperti halnya mengenai benda-benda yang digunakan manusia, kegiatan upacara adat, gaya hidup, dan siklus kehidupan manusia.
·         Sejarah Intelektual
Merupakan sejarah yang mengkaji mengenai gagasan, ide, cara berpikir manusia pada masa lampau.
Biasanya, mengkaji mengenai ideologi politik (seperti: kapitalisme, liberalisme, komunisme,dsb), ide, idealisme, jiwa, dan nilai-nilai yang ada pada masyarakat.
Contoh :
1. Pemikiran Hitler untuk mengembangkan gerakan Nazi di Jerman.
2. Pemikiran Karl Marx mengenai komunisme yang dikembangkan oleh Lenin dan Stalin di Uni Soviet
3. Pemikiran Cristophorus Columbus mengenai bumi.
4. Perkembangan penemuan alat komunikasi di dunia.
Ilmu sosiologi mempelajari tentang perkembangan dan proses sosial pada kalangan masyarakat. Ilmu sosiologi merupakan salah satu bidang ilmu sosial yang mempelajari masyarakat. Sosiologi sebagai ilmu telah memenuhi semua unsur ilmu pengetahuan. Menurut Harry M. Johnson, yang dikutip oleh Soerjono Soekanto, sosiologi sebagai ilmu mempunyai ciri-ciri, sebagai berikut.[1]

  • Empiris, yaitu didasarkan pada observasi (pengamatan) dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulasi (menduga-duga).
  • Teoritis, yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkret di lapangan, dan abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjalankan hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori.
  • Komulatif, yaitu disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada, kemudian diperbaiki, diperluas sehingga memperkuat teori-teori yang lama.
  • Nonetis, yaitu pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik atau buruk masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut secara mendalam.
Hakikat sosiologi sebagai ilmu pengetahuan sebagai berikut.[2]
  • Sosiologi adalah ilmu sosial, bukan ilmu pengetahuan alam atau ilmu pasti (eksakta) karena yang dipelajari adalah gejala-gejala kemasyarakatan.
  • Sosiologi termasuk disiplin ilmu kategori, bukan merupakan disiplin ilmu normatif karena sosiologi membatasi diri pada apa yang terjadi, bukan apa yang seharusnya terjadi.
  • Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan murni (pure science) dan dalam perkembangannya sosiologi menjadi ilmu pengetahuan terapan (applied science).
  • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan abstrak dan bukan ilmu pengetahuan konkret. Artinya yang menjadi perhatian adalah bentuk dan pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh, bukan hanya peristiwa itu sendiri.
  • Sosiologi bertujuan menghasilkan pengertian dan pola-pola umum, serta mencari prinsip-prinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia, sifat, hakikat, bentuk, isi, dan struktur masyarakat manusia.
  • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional. Hal ini menyangkut metode yang digunakan.
  • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan umum, artinya sosiologi mempunyai gejala-gejala umum yang ada pada interaksi antara manusia.
Ilmu geografi mempelajari tentang  ilmu yang mempelajari tentang lokasi serta persamaan dan perbedaan (variasi) keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas permukaan bumi. Geografi memiliki konsep - konsep, antara lain: 
  • Konsep Lokasi
Konsep lokasi adalah konsep utama yang akan digunakan untuk mengetahui fenomena geosfer. Konsep lokasi dibagi atas:
    1. Lokasi absolut : lokasi menurut letak lintang dan bujur bersifat tetap. Contoh : Indonesia terletak di antara 6°LU-11°LS dan di antara 95°BT-141°BT.
    2. Lokasi relatif : lokasi yang tergantung pengaruh daerah sekitarnya dan sifatnya berubah. Contoh: Indonesia terletak antara Benua Asia dan Australia.
  • Konsep Jarak
Dalam kehidupan sosial ekonomi, jarak memiliki arti penting. Dalam geografi jarak dapat diukur dengan dua cara, yaitu jarak geometrik dinyatakan dalam satuan panjangkilometer dan jarak waktu yang diukur dengan satuan waktu (jarak tempuh).
  • Konsep Keterjangkauan
Sulit atau mudahnya suatu lokasi untuk dapat dijangkau dipengaruhi oleh lokasi, jarak dan kondisi tempat. Contoh: Surabaya–Jakarta bisa ditempuh dengan bus atau pesawat.
  • Konsep Pola
Pola merupakan tatanan geometris yang beraturan. Contoh, penerapan konsep pola adalah pola permukiman penduduk yang memanjang mengikuti jalan raya atau sungai.
  • Konsep Geomorfologi
Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk permukaan bumi. Ilmu geografi tidak terlepas dari bentuk-bentuk permukaan bumi, seperti pegunungan, perbukitan, lembah dan dataran. Hal inilah yang menyebabkan permukaan bumi merupakan objek studi geografi.
  • Konsep Aglomerasi
Aglomerasi merupakan kecenderungan pengelompokan suatu gejala yang terkait dengan aktivitas manusia. Misalnya pengelompokan kawasan industri, pusat perdagangan dan daerah pemukiman.
  • Konsep Nilai Kegunaan
Manfaat yang diberikan oleh suatu wilayah di muka bumi pada makhluk hidup, tidak akan sama pada semua orang. Nilai kegunaan pun bersifat relatif. Misalnya pantai mempunyai nilai kegunaan yang tinggi sebagai tempat rekreasi bagi warga kota yang selalu hidup dalam keramaian, kebisingan dan kesibukan.
  • Konsep Interaksi Interdependensi
Interaksi merupakan terjadinya hubungan yang saling mempengaruhi antara suatu gejala dengan gejala lainnya. Contohnya adalah perbedaan kondisi antara daerah pedesaan dan perkotaan yang kemudian dapat menimbulkan suatu kegiatan interaksi seperti halnya penyaluran kebutuhan pangan, arus urbanisasi maupun alih teknologi.
  • Konsep Diferensiasi Area
Fenomena yang berbeda antara tempat yang satu dengan yang lain. Contoh: Areal pedesaan khas dan corak persawahan.
  • Konsep Keterkaitan Keruangan

Keterkaitan antara suatu fenomena dengan fenomena lainnya merupakan suatu keterkaitan keruangan. Misalnya hubungan antara kemiringan lereng di suatu wilayah dengan ketebalan lapisan tanah serta hubungan antara daerah kapur dengan kesulitan air.
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan sumber daya yang terbatas. berikut berbagai jenis sistem ekonomi dan cirinya:
a. Unit-unit ekonomi seperti: rumah tangga, perusahaan, serikat buruh, instansi pemerintah dan lembaga-lembaga lain yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi.
b. Pelaku-pelaku ekonomi seperti: konsumen, produsen, buruh, invstor dan pejabat-pejabat yang terkait.
c. Lingkungan Sumber Daya Alam (SDA) Dan Sumber Daya Manusia (SDM), Sumber Daya Kapital (SDK), Sumber Daya Teknologi (SDT).
Sistem ekonomi dapat berfungsi sebagai :
a. Sarana pendorong untuk melakukan produksi
b. Cara atau metode untuk mengorganisasi kegiatan individu
c. Menciptakan mekanisme tertentu agar distribusi barang dan jasa terlaksana dengan baik.
Macam-Macam Sistem Ekonomi
1. Berdasarkan yang mengatur mekanisme dapat dibedakan menjadi 4 bagian yaitu :
  1. Sistem Ekonomi Tradisional
  2. Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)
  3. sistem ekonomi Komando (Terpusat)
  4. Sistem Ekonomi Campuran

    2. Berdasarkan yang mengatur kepemilikan Aset :
    1. Sistem Ekonomi Kapitalis
    2. Sistem Ekonomi Sosialis
    3. Sistem Ekonomi Campuran
    Penjelasan dari masing-masing Sistem Ekonomi :
    1. Sistem Ekonomi Tradisional :
    Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional secara turun temurun dengan hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja.
    Ciri dari sistem ekonomi tradisional adalah :
    1. Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana
    2. Hanya sedikit menggunakan modal
    3. Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang)
    4. Belum mengenal pembagian kerja
    5. Masih terikat tradisi
    6. Tanah sebagai tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran
    -Kelebihan Sistem Ekonomi Tradisional :
    1. Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat, hubungan antar individu sangat erat
    2. Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus dipikul
    3. Tidak individualistis
    -Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional :
    1. Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah
    2. Mutu barang hasil produksi masih rendah
    2. Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)
    Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar.
    Sistem ini sesuai dengan ajaran dari Adam Smith, dalam bukunya “An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.”
    Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :
    1. Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal
    2. Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya
    3. Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba
    4. Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta)
    5. Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar
    6. Persaingan dilakukan secara bebas
    7. Peranan modal sangat vital
    -Kelebihan Sistem Ekonomi Pasar yaitu :
    1. Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi
    2. Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi
    3. Munculnya persaingan untuk maju
    4. Barang yang dihasilkan bermutu tinggi
    5. Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba
    -Kekurangan Sistem Ekonomi Pasar :
    1. Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan
    2. Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal
    3. Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat
    4. Sering terjadi gejolak dalam perekonomian
    3. Sistem Ekonomi Komando (Terpusat)
    Sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi dimana peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian. Pada sistem ini pemerintah menentukan barang dan jasa apa yang akan diproduksi, dengan cara atau metode bagaimana barang tersebut diproduksi, serta untuk siapa barang tersebut diproduksi.
    Ciri dari sistem ekonomi Komando adalah :
    1. Semua alat dan sumber-sumber daya dikuasai pemerintah
    2. Hak milik perorangan tidak diakui
    3. Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan perekonomian
    4. Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah
    -Kelebihan Sistem Ekonomi Komando :
    • Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya
    • Pasar barang dalam negeri berjalan lancar
    • Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga
    • Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan
    • Jarang terjadi krisis ekonomi
    -Kekurangan Sistem Ekonomi Komando :
    • Mematikan inisiatif individu untuk maju
    • Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
    • Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya
    4. Sistem Ekonomi Campuran
    Sistem ekonomi campuran merupakan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat, dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi.
    Ciri dari sistem ekonomi campuran adalah :
    • Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat
    • Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah
    • Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta.
    • Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang Penerapan sistem ekonomi campuran akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan komando dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
    Kebaikan sistem ekonomi campuran
    • Kebebasan berusaha
    • Hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas
    • Lebih mementingkan umum dari pada pribadi
    Kelemahan sistem ekonomi campuran
    • Beban pemerintah berat dari pada beban swasta
    • Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan
    5. Sistem Ekonomi Kapitalis
    Sistem Ekonomi Kapitalis adalah system ekonomi yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian. Dalam system ini pemerintah dapat ikut campur atau tidak sama sekali dalam system ekonomi ini.
    - Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Kapitalis :
    • Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi
    • Pemilikan alat-alat produksi di tangan individu
    • Inidividu bebas memilih pekerjaan/ usaha yang dipandang baik bagi dirinya.
    • Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar
    • Pasar berfungsi memberikan “signal” kepda produsen dan konsumen dalam bentuk harga-harga.
    • Campur tangan pemerintah diusahakan sekecil mungkin. “The Invisible Hand” yang mengatur perekonomian menjadi efisien.
    • Motif yang menggerakkan perekonomian mencari laba
    -Kelebihan Sistem Ekonomi Kapitalis :
    1. Lebih efisien dalam memanfaatkan sumber-sumber daya dan distribusi barang-barang.
    2. Kreativitas masyarakat menjadi tinggi karena adanya kebebasan melakukan segala hal yang terbaik dirinya.
    3. Pengawasan politik dan sosial minimal, karena tenaga waktu dan biaya yang diperlukan lebih kecil.
    -Kekurangan Sistem Ekonomi Kapitalis :
    1. Tidak ada persaingan sempurna. Yang ada persaingan tidak sempurna dan persaingan monopolistik.
    2. Sistem harga gagal mengalokasikan sumber-sumber secara efisien, karena adanya faktor-faktor eksternalitas  (tidak memperhitungkan yang menekan upah buruh dan lain-lain).
    6. Sistem Ekonomi Sosialis
    Suatu sistem yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah mengatur berbagai hal dalam ekonomi untuk menjamin kesejahteraan masyarakat.
    Ciri-ciri Sistem ekonomi sosialis :
    • Lebih mengutamakan kebersamaan
    • Peran pemerintah aktif
    • Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi
    -Kelebihan sistem ekonomi Sosialis :
    1. Disediakannya kebutuhan pokok oleh pemerintah
    2. Kegiatan ekonomi didasarkan perencanaan negara
    3. Produksi dikelola oleh Negara
    - Kelemahan Sistem Ekonomi Sosialis :
    1. Sulit melakukan transaksi
    2. Membatasi kebebasan
    3. Mengabaikan pendidikan moral
    Dengan penjelasan ini semoga pembaca dapat memahami Sistem Ekonomi yang ada. Setiap Sistem ekonomi memiliki keunggulan dan kelemahannya sendiri. Namun setiap negara tidak menjalankan 100% Sistem ekonomi yang ada, karena masing-masing negara mengambil kebaikan dari sistem ekonomi yang ada untuk meminimalkan dampak kerugian guna mensejahterakan negara dan rakyatnya.

    Sumber Materi didownload dari :  ummpress.umm.ac.id/uploads/files/Sistem%20Ind.ppt pada tanggal 19-02-2011 14:34
    Sumber Lainnya :
    http://thinkquantum.wordpress.com/2009/12/08/pengertian-sistem-ekonomi/tanggal 19/02/2011 14:34
    http://zonaekis.com/sistem-ekonomi-sosialis-sosialisme tanggal 23/02/2011 15:15
    http://zonaekis.com/kebaikan-sistem-ekonomi-sosialis
    http://zonaekis.com/kelemahan-sistem-ekonomi-sosialis
    Ilmu bahasa adalah ilmu yang mempelajari aturan suatu perantara komunikasi, yaitu bahasa, dari suatu daerah atau budaya. Ilmu bahasa wajib yang diajarkan di sekolah di Indonesia adalah Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Lalu untuk muatan lokal di daerah Jawa Barat, juga diajarkan Bahasa Sunda. Bahasa Indonesia menjadi pelajaran wajib karena sekolah tersebut berdiri di tanah air Indonesia dan harus menghargai jasa para pahlawan bangsa dalam menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa bangsa. Bahasa Inggris dijadikan pelajaran wajib karena Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang digunakan di seluruh dunia. Bahasa Sunda dijadikan pelajaran wajib di sekolah wilayah Jawa Barat karena itu merupakan bahasa lokal dan kita harus menghargai bahasa lokal untuk menciptakan ragam bahasa dari seluruh daerah Indonesia.
    Olahraga adalah kegiatan yang menggunakan lebih banyak fisik dan kelincahan dalam bergerak dan berpikir. Olahraga dibagi menjadi 2, yaitu olahraga yang dilaksanakan secara individu dan kelompok. Olahraga individu adalah olahraga yang hanya menggunakan kemampuan diri sendiri. Contohnya: lari sprint, angkat beban, catur. Sedangkan olahraga secara kelompok adalah olahraga yang membutuhkan kerjasama untuk melaksanakan olahraga tersebut. Contohnya: sepakbola, basket, rugby.
    Keterampilan adalah ilmu tentang menjadikan kreatifitas dan daya kreasi menjadi suatu yang bisa ditampilkan atau dapat dimanfaatkan orang lain. Keterampilan dibagi menjadi 2 yaitu seni serta ilmu komunikasi dan teknologi.
    Seni dapat disimpulkan dari berbagai pendapat memiliki arti ‘indah’. Seni dibagi menjadi 3 inti dan 1 tambahan yaitu seni rupa, seni musik, dan seni pertunjukan, serta tata cahaya. Seni rupa dibagi menjadi 2, yaitu 2 dimensi dan 3 dimensi. 2 dimensi artinya hanya dapat dinikmati dari satu sisi. Sedangkan 3 dimensi dapat dilihat, diraba, dan dirasakan dari berbagai sisi. Seni musik memiliki banyak jenis dan pengembangannya, antara lain monofonik dan polifonik. Seni pertunjukan contohnya seperti pertunjukan opera, theater, dan lain – lain. 
    Tata cahaya biasa dibagi menjadi 2, yaitu fotografi dan sinematografi. Fotografi adalah teknik mengambilan gambar pada satu waktu saja. Sinematografi adalah gambar bergerak yang disuguhkan kepada penonton dengan menggambarkan suatu cerita atau peristiwa.
    Teknologi dan informasi adalah ilmu yang menggunakan kemajuan teknologi dunia dalam menyampaikan infomasi. Biasanya dalam pelajaran ini kita diperkenalkan tentang cara menggunakan perangkat teknologi seperti komputer dan aplikasi yang tersedia di dalamnya.
    Ilmu nasionalisme, spiritual, dan psikologi biasanya diterapkan di pelajaran kewarganegaraan, agama, dan budipekerti. Kewarganegaraan biasanya mengajarkan tentang perjuangan demokrasi bangsa dan cara kita untuk mempertahankannya demi kedaulatan bangsa. Agama lebih bersifat rohaniah atau keimanan, landasan kepercayaan yang tertanam dalam diri individu, keteguhan diri suatu personal. Budi pekerti mengajarkan tentang cara kita mengelola hak kita tanpa melupakan kewajiban kita dalam menjaga hak orang lain juga agar tidak terganggu dengan perilaku kita.


    Terimakasih telah membaca!

    - Aloisius Pandu
    - Elizabeth Cintya
    - Isabella Hana
    - Maria Esmeralda
    - Paulus Reinhart
    - Rionaldo
    - Teresa Alma